Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938 jatuh pada Hari Rabu tanggal 09 Maret 2016, sehari setelah tilem Kesanga pada penanggal 1 sasih Kedasa.

Secara umum rentetan kegiatan yang dilakukan Umat Hindu di Bali dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka setiap tahunnya  adalah sebagai berikut :


Pada Hari sehari sebelum Hari Raya Nyepi, pada Hari Tilem Sasih Kesanga, Umat Hindu melaksanakan Upacara Bhuta Yadnya (Pecaruan Tawur Kesanga / Pengerupukan) dilanjutkan dengan pawai Ogoh-ogoh Karya Seni oleh Seniman / Sekha Truna Truni Banjar Umat Hindu di Bali, yaitu upacara penyucian alam semesta dengan melaksanakan upacara persembahan (upah) kepada Sang Bhuta Kala serta menghalaunya menuju tempat yang kosong dan aman agar tidak mengganggu pada Hari Raya Nyepi dalam melaksanaan upacara Yoga Samadhi / Tapa Beratha Penyepian. Upacara dilakukan mulai dari Perempatan Agung, Perempatan Desa, Balai Banjar dan terakhir di pekarangan umat Hindu masing-masing.


Pelaksanaan Tawur Kesanga dan Pengerupukan misalnya seperti yang dilaksanakan di wilayah Desa Pakraman Gelgel setiap tahunnya (sesuai dengan surat edaran Bendesa Desa Pakraman Gelgel), bahwa Upacara Tawur Kesanga yang dilaksanakan pada Hari Tilem Kesanga sehari sebelum Hari Raya Nyepi, adalah sebagai berikut :


  1. Di Desa Pakraman : Caru Manca Sate beserta kelengkapannya, bertempat di Catuspate Desa (di Tugu Pertigaan Desa Gelgel), jam 15.30 wita. 
  2. Di Banjar : Caru Eka Sate atau Manca Sate beserta kelengkapannya, bertempat di Catuspate Banjar, jam 16.30 wita. 
  3.  Di Rumah Tangga : 

  • Di Sanggah Pemerajan menghaturkan : Pejati asoroh, canang lengewangi, buratwangi, nunas tirta lan bija. 
  • Di Natar Pemerajan lan Natar Rumah menghaturkan : segehan 11 tanding iwak bawang jahe. 
  • Di Jaba Nanceb sanggah cucuk disebelah kanan pintu keluar masuk pekarangan dengan upakara pejati asoroh, daanan tumpeng ketan, penyeneng lauk jangan kacang panjang, sujang gancet berisi arak berem katur ring Sang Kaki Kala Rogha. 
  • Di Bawah sanggah cucuk segehan manca warna 9 tanding, olahan ayam brumbun katur ring Sang Butha Raja - Sang Kala Raja. Segehan cacahan 108 tanding, ulam nyane jejeroan matah, segehan agung asoroh katur ring Sang Butha Bala - Sang Kala Bala. Upakara tersebut diaturkan pada saat sandikaon pukul 18.30 wita. 
  • Mebyekala lan Maprascita tur Mabuu-buu : Setelah selesai menghaturkan upacara tersebut diatas, semua anggota keluarga (kecuali yang belum meketus) mebyekala lan maprascita dihalaman rumah. Dilanjutkan dengan mabuu-buu atau meobor-obor berkeliling rumah dengan sarana : obor / prakpak, bunyi-bunyian (kulkul bambu) disertai dengan menyemburkan tri ketuka (kesuna, jangu, mesui) diringi mantra tetulak pengunduran bhuta kala : " OM SANGHYANG PURUSANGKARA, SIRE DEWANING BHUTAKALA, UNDURAKNA DOH KELAWAN MAMI, OM SANG BHUTA SANGHARA RAJA. 


Upacara Bhuta Yadnya (Pecaruan Tawur Kesanga / Pengerupukan) seperti tersebut diatas selesai kemudian baru dilanjutkan dengan Pawai Ogoh-ogoh berkeliling sewengkon (wilayah) Desa Pekraman / Desa Adat, menghalau Sang Butha Kala menuju tempat yang kosong dan aman agar tidak mengganggu pada Hari Raya Nyepi dimana Umat melaksanaan upacara Yoga Samadhi / Tapa Beratha Penyepian.
Pada Hari Raya Nyepi yaitu pada awal Tahun Baru Saka (pada penanggal 1 Sasih Kedasa), umat Hindu melaksanakan Upacara Yoga Samadhi / Beratha Penyepian meliputi Catur Beratha Penyepian yaitu : Amati Geni (berpantang menyalakan Api); Amati Karya (berpantang bekerja / menghentikan kegiatan bekerja); Amati Lelanguan (berpantang pada hiburan / menghentikan kesenangan); dan Amati Lelungaan (berpantang bepergian). Makna dari Hari raya Nyepi ini bahwa dalam suasana sepi kita hendaknya dapat mawas diri, menyatukan pikiran, serta menyatukan cipta, rasa, dan karsa, menuju penemuan hakikat keberadaan diri kita dan inti sari kehidupan semesta. Lakukan Berata penyepian upawasa (tidak makan dan minum), mona brata (tidak berkomunikasi), dan jagra (tidak tidur). Upacara Yoga Samadhi / Beratha Penyepian ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari (24 jam) penuh (tenget) dimulai pada pagi hari pukul 06.00 dan selesai pada pagi hari besoknya pukul 06.00.  

Pada Hari berikutnya (sehari setelah Hari raya Nyepi) adalah Hari Raya Ngembak Geni, segenap isi rumah keluar pekarangan melakukan Dharma Santi saling bermaaf-maafan diantara Umat sedharma atas segala aktivitas yang dilakukan 1 (satu) tahun yang baru berlalu, serta dimulainya kegiatan baru dalam suasana batin yang telah bersih dan dipenuhi kebijaksanaan. Kegiatan Dharma Santi ini dimulai setelah pukul 07.00.

Read more...

Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan (10 Pebruari 2016) lan Kuningan (20 Pebruari 2016)

Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan Hari Raya bagi Umat Hindu di/dari Bali yang diperingati setiap 210 hari sekali sebagai "Hari Kemenangan Dharma melawan Adharma" ("Victory Day Dharma/virtue against adharma/crime").

Kali ini Hari Raya Galungan jatuh pada Hari Rabu tanggal 10 Pebruari 2016 dan Hari Raya Kuningan jatuh pada Hari Sabtu tanggal 20 Pebruari 2016.

"Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan lan Kuningan, dumogi iraga sareng sami ngemangguhang kerahajengan antuk Asung Kertha Wara Nugraha Ida SangHyang Widhi Wasa" / "Selamat Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga kita semua mendapatkan keselamatan berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa" (Congratulations Welcoming Galungan and Kuningan, may we all find salvation thanks of the gift of God Almighty).

Read more...

The beauty of the scenery Sunfish at Sea waters around Nusa Penida

Sangat Menakjubkan Pemandangan Alam Perairan Laut Nusa Penida, Klungkung, Bali, Indonesia dengan Kehadiran ikan Mola-mola (Sunfish) ke Permukaan Laut.

Berlibur ke pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali, Indonesia sarat dengan element laut yang sangat menarik. Tersedia berbagai pilihan aktifitas yang dapat dilakukan untuk menikmati indahnya lautan yang mengelilingi pulau Nusa Penida dan Bali di Indonesia. Mulai dari aneka olah raga air, atau sekedar menikmati pemandangan ombak yang menerpa pasir putih saat merahnya langit yang menunjukkan senja, hingga menyelami indahnya laut biru nan indah.

Apabila menjelajahi kedalaman laut Nusa Penida, Klungkung, Bali merupakan salah satu kegemaran Anda, Anda akan melihat keistimewaan aneka ragam hayati bawah laut. Tak hanya koral indah beraneka warna, juga terdapat berbagai jenis makhluk laut yang menarik. Dari ikan-ikan kecil yang bersembunyi di sela-sela karang, hingga ikan Pari yang seolah-olah terbang dibawah laut dengan menggerakkan kedua sayap besarnya. Jika beruntung, pada liburan kali ini Anda dapat menjadi salah satu saksi keunikan dari ikan Mola Mola disekitar perairan laut Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Tidak seperti ikan lain pada umunya, Mola Mola tidak memiliki badan yang panjang seperti ikan pada umunya, melainkan bulat bagaikan matahari, sesuai nama bahasa Inggrisnya Ocean Sun Fish. Tanpa ekor, ikan ini menggunakan dua sirip panjang yang terdapat di punggung maupun perutnya untuk bergerak. Cara berenangnya pun unik. Mereka akan berlenggak-lenggok sambil sesekali berenang terbalik pada sisi tubuhnya. Selain bentuknya yang cukup aneh, ikan ini juga berukuran besar. Mola Mola dewasa dapat mencapai diameter tiga sampai empat meter, dengan berat badan lebih dari satu ton. Walaupun besar, namun mereka jinak dan tidak berbahaya bagi manusia.

Ikan ini hidup bebas di berbagai penjuru dunia. Mola Mola cukup sulit untuk ditemukan karena mereka lebih memilih berenang sendirian, mencari kesejukan di perairan dalam. Namun, kadang kala mereka akan naik ke permukaan laut tropis untuk berjemur di bawah hangatnya sinar matahari. Hal ini dilakukan untuk membersihkan parasit dari badannya. Tidak banyak tempat didunia menjadi pilihan bagi ikan Mola Mola untuk berjemur. Dan kita bersyukur bahwa lautan Indonesia adalah salah satu lokasi yang menjadi kesukaan Mola Mola khususnya di perairan sekitar pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali, Indonesia.

Bulan Agustus hingga Oktober merupakan waktu terbaik untuk menyaksikan pemandangan uniknya ikan Mola Mola, karena saat inilah mereka memilih untuk berjemur di sekitar perairan pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali. Jangan sampai terlewatkan momen langka ini karena berbagai penyelam dari seluruh penjuru sering menggunakan momen ini untuk berfoto bersama ikan Mola Mola tersebut. Segera atur perjalanan ke Nusa Penida, Klungkung, Bali, nikmati dan pilih tempat hunian yang nyaman di Nusa Lembongan, Nusa Penida, Bali.

Read more...

  © Blogger template Blue Surfing by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP